Sabtu, 14 November 2009

Memahami Otak Anak

Foto: Ist.

ORANGTUA kadang dibuat berang dengan perilaku si kecil yang sulit diatur atau maunya ngemil permen setiap hari. Jangan selalu memarahi, cobalah pahami karakter otak anak yang "beda".

Adakah anak kecil yang tak suka permen? Konon, otak anak memang telah "terprogram" untuk terobsesi terhadap manisnya permen atau gula-gula. Namun, karakter sulit menghindar atau "menahan keinginan" ini pada satu sisi justru menjadikan anak-anak sebagai makhluk penemu dan pembelajar handal.

Sharon Thompson-Schill, seorang profesor bidang psikologi dari Universitas Pennsylvania, selama 15 tahun meneliti karakter orang dewasa yang punya masalah dalam hal mengingat sesuatu karena kerusakan pada lobus frontal (bagian depan belahan otak besar). Sepanjang masa itu, sang profesor yang juga ahli saraf ini mendapati bahwa apa yang terjadi pada anak kecil (misalnya dalam kaitannya dengan permen tadi) mirip dengan kasus kerusakan lobus depan pada orang dewasa tersebut.

"Belajar dan berprilaku tanpa lobus depan otak ini akan berbeda hasilnya dengan aktivitas belajar dan berprilaku dengan lobus depan otak," katanya. Efeknya, lanjut dia, pada anak-anak misalnya akan cenderung impulsif, menentang aturan, dan tidak patuh pada perintah.

Penelitian terdahulu perihal perkembangan otak anak menunjukkan bahwa anak-anak bukanlah "manusia dewasa mini" dan bahwa korteks prefrontal (bagian otak yang berperan dalam kemampuan menilai dan mengambil keputusan), baru akan mencapai tingkat kematangan saat seseorang mencapai usia remaja atau dewasa muda (sekitar usia 21).

Dalam paper yang diterbitkan Current Directions in Psychological Science, Thompson-Schill menyebut penundaan kematangan lobus frontal otak ini sebagai "pikiran tanpa kendali". Pikiran tanpa kendali ini, menurut dia, merupakan hal yang baik untuk anak, kendati kadang membuat orangtua berang atau jengkel.

Menghargai bakat yang tersimpan dalam otak si kecil juga banyak digaungkan, termasuk dalam buku terbaru Alison Gopnik, The Philosophical Baby: What Children's Minds Tell Us About Truth, Love, and the Meaning of Life (Farrar, Straus and Giroux). Gopnik yang merupakan peneliti dari Universitas Washington, menunjukkan bagaimana anak usia prasekolah menggunakan "kecanggihan" otaknya untuk berpikir dan mencermati cara kerja dunia bekerja. Mereka terbukti mampu melakukannya biarpun tanpa panduan guru ataupun media pembelajaran seperti video edukasi dan flashcard.

Anak dengan otaknya yang "beda" dari orang dewasa, juga menjadikan mereka memiliki bakat unik dalam mencipta atau menemukan sesuatu. "Orang dewasa biasanya malah penemu yang buruk," tukasThompson-Schill.

Dibandingkan anak-anak, orang dewasa biasanya terlalu banyak pertimbangan dalam mencari dan berpikir untuk menemukan sesuatu dan menyaring sisanya. Sebaliknya anak-anak dengan pikirannya yang masih lugu cenderung tidak pernah menyaring apa yang terjadi dalam dunianya seperti yang dilakukan orang dewasa. Mereka bisa menaruh perhatian dan penasaran pada hal apa pun.

Belajar dari pengalaman mengasuh ketiga anaknya saat mereka masih kanak-kanak,Thompson- Schill lebih banyak mengaitkan perilaku anaknya dengan kematangan otak dan bukannya soal ketidakpatuhan atau penentangan dari sang anak. Ia pun menggunakan beberapa trik pendisiplinan anak seperti halnya yang dilakukan terhadap pasien dewasa yang mengalami gangguan lobus frontal tadi.

Ia mengingatkan bahwasanya perilaku anak dipengaruhi lingkungan sekitarnya, bukan semata ditentukan pikiran di benaknya atau nasihat sopan santun yang diajarkan orangtuanya. Jadi, ia berpesan, jika tidak ingin anak Anda terus mengemil permen, jangan biasakan menyimpan permen atau gula-gula di rumah.

Profesor jenius ini juga mengungkapkan trik lainnya. Misalnya, jika ingin anak Anda menjadi pemain sepak bola andal, jangan mengajarkan anak berdasarkan apa yang Anda pelajari. Anak akan lebih banyak belajar jika mereka mencoba mempraktikkannya sendiri dan menilai apa yang telah dilakukannya itu (apakah sudah benar atau belum?). Selanjutnya sebagai pertimbangan dan masukan, barulah orangtua memberi saran semisal teori tentang bermain sepak bola yang baik.

Jumat, 11 September 2009

Daftar Pencarian Orang
Nama:Nordin M.Top
Jns Kelamin:Pria
Umur:44 th
Tinggi Badan:168 cm
Berat Badan:67 kg
Ciri Fisik:Jenis Kelamin: Laki-Laki
Tanggal Lahir: 11 Agustus 1968
Tempat Lahir: Kluang, Johor, Malaysia
Bahasa: Arab, Indonesia
Kewarganegaraan: Malaysia
Kejahatan:Terrorisme


DAFTAR PENCARIAN ORANG

KEPADA SELURUH WARGA MASYARAKAT, DIMOHON BANTUAN INFORMASINYA JIKA MELIHAT DAN ATAU MENGETAHUI INFORMASI TENTANG DAFTAR PENCARIAN ORANG TERLAMPIR, YANG BERDASARKAN HASIL PENYELIDIKAN POLRI DIDUGA ADA KETERLIBATANNYA DENGAN KASUS TERORISME BOM DI HOTEL J.W. MARIOT DAN RITZ CARLTON PADA TANGGAL 17 JULI 2009 YANG LALU. JIKA MENGETAHUI INFORMASI TENTANG DPO TERSEBUT DAPATNYA DIINFORMASIKAN KEPADA KEPOLISIAN TERDEKAT, TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA.


Rabu, 05 Agustus 2009

Naskah Proklamasi

Detik-detik Pembacaan Naskah Proklamasi

Naskah asli proklamasi yang ditempatkan di Monumen Nasional

Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di kediaman Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.

Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya.[4]. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.

Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S.Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.[5]


Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.

Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

Kamis, 30 Juli 2009

Pidato Soekarno di PBB

Hari ini, Soekarno menyampaikan pidato politiknya yang klasik di depan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa di Lake Succes, New York. Dalam pidato selama sekira 45 menit yang dipenuhi gemuruh aplaus dan tempik sorak itu, Soekarno membacakan teks pidato yang ia juduli: To Build the World A New. Hubungan antara Indonesia dengan PBB, diwarnai priode pasang surut, mengikuti langgam politik Soekarno.

Dengan mengenakan seragam putih-putih, kopiah hitam, dan kacamata baca bertangkai hitam, Soekarno memulai pidatonya dengan sebuah narasi yang tak tercantum di dalam teks pidato yang sudah ia persiapkan jauh-jauh hari: “Berbicara di hadapan Anda semua, hati saya bergetar.”

Tetapi beberapa menit kemudian, retorika Soekarno ganti membikin seisi gedung PBB bergetar oleh sejumlah aplaus dan tepuk tangan. Dukungan berasal dari negara-negara dunia ketiga, yang menyambut dengan hangat setiap pernyataan Soekarno yang dianggap relevan mewakili sikap dan pandangan mereka terhadap lembaga PBB itu.

Soekarno memang memanfaatkan jatah pidatonya untuk mengkritik kegagalan PBB sebagai lembaga dunia dalam mengakomodasi kepentingan semua anggotanya tanpa pandang bulu.
Dengan nada tinggi, Seokarno mengguntur: “Kita menginginkan satu Dunia Baru penuh dengan perdamaian den kesejahteraan, satu Dunia Baru tanpa imperialisme dan kolonialisme dan exploitation de l'homme par l'homme et de nation par nation.”

Bagi Soekarno, misi membangun Dunia Baru tak mungkin dipikulkan pada PBB, jika PBB sama sekali enggan memperbaiki diri dari sejumlah kekeliruannya. Kala PBB didirikan belum banyak bangsa di Asia yang merdeka. Kini, kata Soekarno, dunia sudah berubah dengan munculnya the new emerging forces—kekuatan baru dunia ketiga. Karena itu, struktur PBB perlu dirombak. Markas PBB juga mesti dipindahkan dari New York ke negara yang tak terpengaruh dua blok AS dan Uni Soviet yang tengah melancarkan perang dingin. Hak veto pada segelintir anggota elit PBB, yang hingga kini masih terus dipersoalkan, juga dituntut Soekarno untuk dicabut demi keadilan dan persamaan.

PBB mesti memperbaiki dirinya secara radikal. Badan ini , kata Soekarno lagi, “hanya dapat menjadi efektif bila mengikuti jalannya sejarah dan tidak mencoba untuk membendung atau mengalihkan ataupun menghambat jalannya sejarah.”

Dan bagi Soekarno, sejarah sedang bergerak ke arah yang tidak menguntungkan bagi neokolonialisme dan neoimperialisme. Mengikuti laju sejarah, dengan demikian, sama dengan mendorong laju sejarah itu lewat upaya melawan dan menentang neokolonialisme dan neoimperialisme secara sungguh-sungguh.

Dan Soekarno konsisten benar dengan apa yang ia yakini. Empat tahun kemudian, ketika PBB menerima Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Soekarno meradang. Bagi Soekarno, Malaysia adalah penjelmaan langsung dari neokolonialisme, dalam hal ini Britania Raya. Soekarno mengambil langkah politik dramatis: Indonesia keluar sebagai anggota PBB pada 7 Januari 1965!

Gema usulan Soekarno pada pidato saat itu, masih dapat ditelusuri jejaknya dalam perdebatan-perdebatan di PBB saat ini. Upaya untuk melakukan perubahan fungsi kelembagaan serta isu pembentukan tatanan dunia baru paska perang dingin, merupakan poin yang kini menjadi agenda utama lembaga dunia ini.

Senin, 06 Juli 2009

TPS 23 Siap Laksanakan Pilpres 2009

Anggota KPPS TPS-23 Ganesha Telaga Kahuripan Diminta Netral

Sebanyak 7 anggota Panitia Pemungutan Suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 (KPPS) TPS 23 Desa Tegal,Kecamatan Kemang, siap melaksanakan tugas Negara. Ke-7 anggota KPPS ini berasal dari dua orang anggota dari Pengurus RW-013,lima orang anggota dari lima RT di lingkungan RW-013. ke 7 anggota KPPS TPS-23 sesuai dengan perintah KPUD Kabupaten Bogor .

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 (KPPS-TPS 23), Sukmo Wibowo mengatakan, dirinya menunjuk anggota KPPS TPS 23 ini dalam rangka menyukseskan Pemilihan Presiden dan wakil Presiden yang akan dilangsungkan pada 8 Juli 2009 mendatang.

“Mereka saya tunjuk sebagai anggota KPPS TPS-23 untuk membantu melancarkan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 dan mereka sudah disahkan KPUD Kabupaten Bogor sebagai anggota KPPS,” kata Sukmo Wibowo.

Terkait dengan kinerja anggota KPPS untuk kelancaran Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009, pihaknya meminta kepada anggota KPPS supaya tidak tergoda pada janji-janji politik seseorang, sehingga mereka berbuat menyimpang. “Saya memgharapkan agar anggota KPPS bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dan tidak tergoda oleh bujukan politik,” kata Sukmo Wibowo.

Saking sederhananya, para anggota KPPS TPS-23 tidak ada yang mendapatkan jatah anggaran konsumsi. Hal ini sangat bertolak belakang dengan tugas KPPS yang sangat berat sebagai tangan terakhir negara yang bersentuhan dengan pemilih.

Kejadian apapun papar Sukmo Wibowo harus segera dicegah sedini mungkin. Sikap waspada juga patut dilakukan sedini mungkin. “Jika di suatu desa ada kerusuhan akibat hasil pilpres 2009, beritanya bukan lagi menjadi konsumsi daerah, namun akan menjadi berita nasional bahkan internasional. Negara lain akan memantau terus penyelenggaraan pilpres ini,” tegas Sukmo Wibowo.

Ia mengingatkan jangan sampai ada petugas KPPS yang menjadi tim sukses salah satu calon. “Jika memang ada tim sukses, lebih baik mundur sekarang juga, daripada mengundurkan diri di pertengahan jalan,” ingatnya.

Sabtu, 27 Juni 2009

Siapa presiden - wakil presiden pilihan Anda?


A.

Megawati - Prabowo
%


B.

SBY - Boediono
%

C.

JK - Wiranto
%