Jumat, 11 September 2009

Daftar Pencarian Orang
Nama:Nordin M.Top
Jns Kelamin:Pria
Umur:44 th
Tinggi Badan:168 cm
Berat Badan:67 kg
Ciri Fisik:Jenis Kelamin: Laki-Laki
Tanggal Lahir: 11 Agustus 1968
Tempat Lahir: Kluang, Johor, Malaysia
Bahasa: Arab, Indonesia
Kewarganegaraan: Malaysia
Kejahatan:Terrorisme


DAFTAR PENCARIAN ORANG

KEPADA SELURUH WARGA MASYARAKAT, DIMOHON BANTUAN INFORMASINYA JIKA MELIHAT DAN ATAU MENGETAHUI INFORMASI TENTANG DAFTAR PENCARIAN ORANG TERLAMPIR, YANG BERDASARKAN HASIL PENYELIDIKAN POLRI DIDUGA ADA KETERLIBATANNYA DENGAN KASUS TERORISME BOM DI HOTEL J.W. MARIOT DAN RITZ CARLTON PADA TANGGAL 17 JULI 2009 YANG LALU. JIKA MENGETAHUI INFORMASI TENTANG DPO TERSEBUT DAPATNYA DIINFORMASIKAN KEPADA KEPOLISIAN TERDEKAT, TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA.


Rabu, 05 Agustus 2009

Naskah Proklamasi

Detik-detik Pembacaan Naskah Proklamasi

Naskah asli proklamasi yang ditempatkan di Monumen Nasional

Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di kediaman Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.

Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya.[4]. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.

Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S.Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.[5]


Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.

Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

Kamis, 30 Juli 2009

Pidato Soekarno di PBB

Hari ini, Soekarno menyampaikan pidato politiknya yang klasik di depan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa di Lake Succes, New York. Dalam pidato selama sekira 45 menit yang dipenuhi gemuruh aplaus dan tempik sorak itu, Soekarno membacakan teks pidato yang ia juduli: To Build the World A New. Hubungan antara Indonesia dengan PBB, diwarnai priode pasang surut, mengikuti langgam politik Soekarno.

Dengan mengenakan seragam putih-putih, kopiah hitam, dan kacamata baca bertangkai hitam, Soekarno memulai pidatonya dengan sebuah narasi yang tak tercantum di dalam teks pidato yang sudah ia persiapkan jauh-jauh hari: “Berbicara di hadapan Anda semua, hati saya bergetar.”

Tetapi beberapa menit kemudian, retorika Soekarno ganti membikin seisi gedung PBB bergetar oleh sejumlah aplaus dan tepuk tangan. Dukungan berasal dari negara-negara dunia ketiga, yang menyambut dengan hangat setiap pernyataan Soekarno yang dianggap relevan mewakili sikap dan pandangan mereka terhadap lembaga PBB itu.

Soekarno memang memanfaatkan jatah pidatonya untuk mengkritik kegagalan PBB sebagai lembaga dunia dalam mengakomodasi kepentingan semua anggotanya tanpa pandang bulu.
Dengan nada tinggi, Seokarno mengguntur: “Kita menginginkan satu Dunia Baru penuh dengan perdamaian den kesejahteraan, satu Dunia Baru tanpa imperialisme dan kolonialisme dan exploitation de l'homme par l'homme et de nation par nation.”

Bagi Soekarno, misi membangun Dunia Baru tak mungkin dipikulkan pada PBB, jika PBB sama sekali enggan memperbaiki diri dari sejumlah kekeliruannya. Kala PBB didirikan belum banyak bangsa di Asia yang merdeka. Kini, kata Soekarno, dunia sudah berubah dengan munculnya the new emerging forces—kekuatan baru dunia ketiga. Karena itu, struktur PBB perlu dirombak. Markas PBB juga mesti dipindahkan dari New York ke negara yang tak terpengaruh dua blok AS dan Uni Soviet yang tengah melancarkan perang dingin. Hak veto pada segelintir anggota elit PBB, yang hingga kini masih terus dipersoalkan, juga dituntut Soekarno untuk dicabut demi keadilan dan persamaan.

PBB mesti memperbaiki dirinya secara radikal. Badan ini , kata Soekarno lagi, “hanya dapat menjadi efektif bila mengikuti jalannya sejarah dan tidak mencoba untuk membendung atau mengalihkan ataupun menghambat jalannya sejarah.”

Dan bagi Soekarno, sejarah sedang bergerak ke arah yang tidak menguntungkan bagi neokolonialisme dan neoimperialisme. Mengikuti laju sejarah, dengan demikian, sama dengan mendorong laju sejarah itu lewat upaya melawan dan menentang neokolonialisme dan neoimperialisme secara sungguh-sungguh.

Dan Soekarno konsisten benar dengan apa yang ia yakini. Empat tahun kemudian, ketika PBB menerima Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Soekarno meradang. Bagi Soekarno, Malaysia adalah penjelmaan langsung dari neokolonialisme, dalam hal ini Britania Raya. Soekarno mengambil langkah politik dramatis: Indonesia keluar sebagai anggota PBB pada 7 Januari 1965!

Gema usulan Soekarno pada pidato saat itu, masih dapat ditelusuri jejaknya dalam perdebatan-perdebatan di PBB saat ini. Upaya untuk melakukan perubahan fungsi kelembagaan serta isu pembentukan tatanan dunia baru paska perang dingin, merupakan poin yang kini menjadi agenda utama lembaga dunia ini.

Senin, 06 Juli 2009

TPS 23 Siap Laksanakan Pilpres 2009

Anggota KPPS TPS-23 Ganesha Telaga Kahuripan Diminta Netral

Sebanyak 7 anggota Panitia Pemungutan Suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 (KPPS) TPS 23 Desa Tegal,Kecamatan Kemang, siap melaksanakan tugas Negara. Ke-7 anggota KPPS ini berasal dari dua orang anggota dari Pengurus RW-013,lima orang anggota dari lima RT di lingkungan RW-013. ke 7 anggota KPPS TPS-23 sesuai dengan perintah KPUD Kabupaten Bogor .

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 (KPPS-TPS 23), Sukmo Wibowo mengatakan, dirinya menunjuk anggota KPPS TPS 23 ini dalam rangka menyukseskan Pemilihan Presiden dan wakil Presiden yang akan dilangsungkan pada 8 Juli 2009 mendatang.

“Mereka saya tunjuk sebagai anggota KPPS TPS-23 untuk membantu melancarkan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 dan mereka sudah disahkan KPUD Kabupaten Bogor sebagai anggota KPPS,” kata Sukmo Wibowo.

Terkait dengan kinerja anggota KPPS untuk kelancaran Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009, pihaknya meminta kepada anggota KPPS supaya tidak tergoda pada janji-janji politik seseorang, sehingga mereka berbuat menyimpang. “Saya memgharapkan agar anggota KPPS bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dan tidak tergoda oleh bujukan politik,” kata Sukmo Wibowo.

Saking sederhananya, para anggota KPPS TPS-23 tidak ada yang mendapatkan jatah anggaran konsumsi. Hal ini sangat bertolak belakang dengan tugas KPPS yang sangat berat sebagai tangan terakhir negara yang bersentuhan dengan pemilih.

Kejadian apapun papar Sukmo Wibowo harus segera dicegah sedini mungkin. Sikap waspada juga patut dilakukan sedini mungkin. “Jika di suatu desa ada kerusuhan akibat hasil pilpres 2009, beritanya bukan lagi menjadi konsumsi daerah, namun akan menjadi berita nasional bahkan internasional. Negara lain akan memantau terus penyelenggaraan pilpres ini,” tegas Sukmo Wibowo.

Ia mengingatkan jangan sampai ada petugas KPPS yang menjadi tim sukses salah satu calon. “Jika memang ada tim sukses, lebih baik mundur sekarang juga, daripada mengundurkan diri di pertengahan jalan,” ingatnya.

Sabtu, 27 Juni 2009

Siapa presiden - wakil presiden pilihan Anda?


A.

Megawati - Prabowo
%


B.

SBY - Boediono
%

C.

JK - Wiranto
%

Capres dan Cawapres Pemilu 2009 ( 1 )

Quote:
Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri



Quote:
Pendidikan
Quote:
# SDN Kebondalem Kidul I, Prambanan Klaten, 1972
# Pondok Pesantren Walisongo, Ngabar Ponorogo, 1973
# Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, 1978
# IAIN Sunan Kalijogo, Yogyakarta ( Fakultas Syari'ah), 1979
# Fakultas Dakwah & Ushuluddin Universitas Islam Madinah Arab Saudi, 1983
# Judul Skripsi Mauqif Al-Yahud Min Islam Al Anshar
# Program Pasca Sarjana Universitas Islam Madinah Arab Saudi, jurusan Aqidah, 1987
# Judul Skripsi Al Bathiniyyaun Fi Indonesia,Ardh wa Dirosah
# Program Doktor Pasca Sarjana Universitas Islam Medina, Arab Saudi, Fakultas Dakwah & Ushuludiin, Jurusan Aqidah, 1992
# Judul Disertasi Nawayidh lir Rawafidh Lil Barzanji, Tahqiq wa Dirosah
Quote:
Pekerjaan
Quote:
1. Dosen Pasca Sarjana Magister Studi Islam, UMJ
2. Dosen Pasca Sarjana Magister Ilmu Hukum, UMJ
3. Dosen Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
4. Dosen Fakultas Ushuluddin (Program Khusus) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
5. Dosen Pasca Sarjana Universitas Asy-Syafiiyah, Jakarta
6. Ketua LP2SI (Lembaga Pelayanan Pesantren dan Studi Islam) Yayasan Al-Haramain, Jakarta
7. Dewan Redaksi Jurnal Ma'rifah
8. Ketua Forum Dakwah Indonesia

Quote:
Organisasi
Quote:
- Anggota PII (Pelajar Islam Indonesia), 1973
- Andalan Koordinator Pramuka Gontor bidang kesekretariatan, 1977-1978
- Training HMI IAIN Yogyakarta, 1979
- Sekretaris MIP PPI Madinah, Arab Saudi, 1981-1983
- Ketua PPI Arab Saudi, 1983-1985
- Peneliti LKFKH (Lembaga Kajian Fiqh dan Hukum) Al Khairot
- Anggota Pengurus badan Wakaf Pondok Modern Gontor, 1999

Quote:
Seminar dan karya ilmiah
Quote:
1. Menghadiri undangan MASG di IIlinois, AS, 1994 (Menyampaikan prasaran)
2. Menghadiri undangan International Islamic Student Organisation di Istambul, Turki, 1996
3. Seminar Internasional madrasah wak Tanjung Al-Islamiyyah, Singapore, 1998 (Menyampaikan makalah).
4. Menghadiri undangan Seminar International dari Moslem Association of Britain di Manchester dan London.
5. Seminar mahasiswa Indonesia di Malaysia, 1999 (Menyampaikan makalah).
6. Seminar Internasional dari LIPIA dari Universitas Imam Muhammad bin Saud Riyadh, di Jakarta (Menyampaikan makalah), 1999 bersama KH. Irfan Zidny, MA, Prof.Ismail Sunni dan KH. Abdullah Syukri Zarkasi, MA.
7. Menghadiri seminar Internasional di Universitas Ibnu Khaldun, Bogor, bekerjasama dengan Universitas Imam Muhammad Saud, Jakarta 1999.
8. Menghadiri undangan festival nasional dan seminar internasional Janadriyah, Riyad, Arab Saudi (tahun 2000) bersama Prof. Dr. Nurcholis Madjid dan Prof. Dr. Amien Rais.
9. Menghadiri undangan seminar Perkembangan Islam di Eropa dari Islamiska Forbundet I Sverige, Stockholm, Swedia.
10. Menjadi Pembicara pada Seminar Mahasiswa Indonesia se - Timur Tengah dan Sekitarnya di Rabat - Maroko pada tanggal 28 - 29 Juli 2006. 11. Berbagai seminar di dalam negeri
12. Membimbing dan menguji tesis master mahasiswa pasca sarjana Universitas Muhammadiyah dan IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Quote:
Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo