Minggu, 12 Desember 2010

Ini Lokasi Sensor Pelanggaran Mobil Chip akan rusak dengan sendirinya jika sewaktu-waktu dipindahkan dari tempat sebelumnya.

Kepolisian Daerah Metro Jaya berencana melakukan terobosan teknologi untuk memperketat pengawasan pelanggaran lalu lintas oleh pengendara bermotor, khususnya mobil, yakni pemasangan alat chip "Electronic Law Enforcement".


Rencananya alat chip "Electronic Law Enforcement" akan 'ditanam' di spion atau bagasi mobil. "Namun tidak tertutup kemungkinan dipasang di bagian lain," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Royke Lumowa, Senin 13 Desember 2010.

Menurutnya alat chip tersebut akan lebih aman jika 'ditanam' di bagian spion atau bagasi mobil. "Dua lokasi itu tidak akan mengganggu kinerja sensor, sehingga memudahkan penditeksian," imbuhnya.

Ia menjelaskan alat chip itu nantinya tidak boleh dipasang di bagian mesin mobil. Pasalnya kinerja chip akan terganggu jika posisinya berada dekat dengan mesin. "Alat sensornya akan sulit membaca chip, sehingga chip akan rentan rusak," tegas dia.

Ditambahkannya, alat chip akan rusak dengan sendirinya jika sewaktu-waktu dipindahkan dari tempat sebelumnya. "Jadi kalau dipasang di dalam spion, kemudian spionnya dilepas atau dicuri, alat chip itu akan rusak dan tidak akan bisa digunakan lagi untuk kendaraan lainnya," jelas Royke.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya rencananya akan memberikan 5.000 chip secara gratis kepada pengendara melalui bank. "Kalau tidak gratis, harga pasarannya sekitar Rp300 ribu," kata Royke.

Alat ini, ungkap dia, merupakan hibah dari Norwegia dan sudah diterapkan di negara-negara maju. Uji coba alat elektronik ini akan dilakukan pertengahan 2011. Tahap pertama di beberapa lokasi sekitar Blok M - Kota.

"Electronic Law Enforcement" adalah alat untuk mengidentifikasi data kendaraan saat melintas di jalan raya. Dengan identifikasi itu, sambungnya, kepolisian akan mendeteksi pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan kendaraan yang tidak memperpanjang pajak STNK.

Selain itu, alat elektronik tersebut dapat mengidentifikasi data kendaraan sesuai Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Sedangkan cara kerja alat tersebut yakni chip yang telah dipasang di kendaraan akan terdeteksi oleh kamera tersembunyi yang diletakan di beberapa lokasi jalan. Sehingga kamera yang mendeteksi pelanggaran, kemudian mengirim sinyal ke TMC Polda Metro Jaya dan denda pelanggaran akan ditagih kepada pemilik kendaraan.

Dia juga mengingatkan, jika sistem sudah diberlakukan, setiap pemilik kendaraan bermotor yang membeli kendaraan dari orang lain, harus segera melakukan balik nama kepemilikan. "Kalau tidak dilakukan tentunya akan dikenakan denda dan sanksi pindana. Sesuai yang tertuang dengan UU No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan," tegas Royke.

Hal itu untuk mendukung sistem "Electronic Law Enforcement", dimana denda pelanggaran akan ditagih kepada pemilik kendaraan. "Jadi nanti saat perpanjangan pajak, petugas samsat akan mengecek jika belum dibalik nama kepemilikannya, maka akan dikenakan denda dan sanksi pidana," tambah dia.

Direktur Utama PT RIN, Abraham mengatakan, kamera yang terpasang di jalan itu mampu memotret dan merekam dengan sistem sensor yang dipasang pada kendaraan. Kamera ini juga mampu mengambil gambar saat kendaraan melaju dengan kecepatan 300 Km/jam.

Namun, Abraham menambahkan penerapan sistem dan fungsi alat elektronik ini di DKI Jakarta masih dalam pembahasan dengan pihak Polda Metro Jaya. “Enam bulan ini masih dibahas seperti apa sistemnya nanti, setelah itu, enam bulan kedepannya kita akan sosialisasi dan melakukan percobaan,” jelasnya. Abraham memperkirakan pemasangan alat elektronik kendaraan mulai tahun 2012, pasca pembahasan sistem dan sosialisasi.

Ditambahkannya, alat tersebut juga mampu mendeteksi keberadaan setiap kendaraan bermotor. Jadi sewaktu-waktu terjadi pencurian, maka petugas kepolisian dapat melacak kendaraan itu.(VIVA)

TAM Luncurkan BlackBerry Bold 9780


Distributor Smartphone BlackBerry di dalam negeri, PT Teletama Artha Mandiri (TAM) menghadirkan BlackBerry Bold 9780 (Onyx 2). Peluncuran ini dalam upaya memperkuat posisi di pasar domestik sehingga konsumen mempunyai pilihan lain.

Manager produksi PT Teletama Artha Mandiri (TAM) Trisnawan Tjipto dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (13/12) mengatakan, pemakaian Smartphone BlackBerry sudah menjadi gaya hidup dan tren yang terus meningkat di tanah air.

Karena itu, untuk memberikan kepuasan kepada konsumen, BlackBerry Bold 9780 (Onyx 2) hadir dengan fitur-fitur yang lebih menarik dan penambahan spesifikasi memory. Selain itu juga untuk menjawab tuntutan konsumen. "BlackBerry tersebut ditambah kamera 5.0 Mega pixel (MP)," tuturnya.

Menurut Trisnawan Tjipto, TAM meluncurkan produk baru, karena permintaan pasar menjelang akhir tahun biasanya meningkat, konsumen ingin memiliki blackberry tipe baru yang lebih canggih dan elegan.

"Kami optimis peluncuran blackberry tersebut akan diserap masyarakat luas yang memerlukan kelebihan dari produk tersebut," ucapnya.

Karena itu, lanjut dia untuk menarik konsumen lebih besar, maka TAM menghadirkan BlackBerry Bold 9780 (Onyx 2) bekerja sama dengan Telkomsel dan program pembelian dari HSBC dengan cicilan 0%.

Sementara itu VP Channel Management Telkomsel, Gideon Edie Purnomo mengatakan, kenyamanan pelanggan dalam memanfaatkan berbagai fitur dalam BlackBerry Bold 9780 (Onyx 2) lebih maksimal berkat dukungan kapasitas jaringan layanan BlackBerry terbesar yang dimiliki Telkomsel.

Jaringan terluas berkualitas Telkomsel siap memaksimalkan aktivitas mobile lifestyle pelanggan menggunakan BlackBerry, katanya. Melihat kebutuhan konsumen yang semakin tinggi, TAM akan konsisten memberikan perhatian kepada konsumen dengan menghadirkan produk terbaru.(Lip6)

Apa Beda SPBU Pertamina dengan Shell Tiga pekan lagi, jika tidak batal, Pertamina bakal bersaing ketat dengan Shell.

Heri Susanto, Iwan Kurniawan

Rencananya, awal tahun depan pemerintah akan melarang mobil pelat hitam memakai bahan bakar minyak bersubsidi. Dengan begitu, Pertamina bakal bersaing ketat perusahaan asing dalam pemasaran BBM retail nonsubsidi.

Tiga pekan menjelang penerapan kebijakan tersebut - jika tidak batal - VIVA mencoba mengunjung sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina dan Shell sebagai pembandingnya.

Keduanya, sama-sama mengusung slogan 3S, “Senyum, Sapa dan Salam”. SPBU "Pasti Pas" Pertamina yang dikunjungi berlokasi di SPBU 34-12902 Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Sedangkan, SPBU Shell terletak di Jalan Yos Sudarso Kv.48 Jakarta Utara.

Saat VIVA mengisi bahan bakar motor di SPBU 34-12902 Jalan Gatot Subroto, petugas langsung bertanya “mau isi berapa? Mulai dari nol pak ya," ujar seorang petugas dengan ramah. Petugas pom bensin lantas mengisinya.

Di areal kawasan pom bensin, SPBU Pertamina tampak disediakan tempat mengisi angin ban dan air radiator gratis bagi para konsumen yang membutuhkan.

Dalam kesempatan tersebut, VIVA sempat mewawancarai sejumlah pengendara kendaraan bermotor. Shinta misalnya. Perempuan yang memakai motor Kharisma ini lebih suka memakai Pertamax karena mesin motor menjadi lebih ringan.

Shinta mengaku memilih Pertamina dibandingkan Shell karena mencintai produk dalam negeri. “Daripada keuntungan diambil perusahaan luar negeri,” kata Shinta.

Pendapat senada disampaikan Rangga. Sebagai warga negara yang baik, dia memilih Pertamax dibandingkan Premium karena merasa tidak pantas disubsidi oleh Pemerintah.

Dhani yang dulunya memakai produk BBM asing kini beralih ke Pertamax. Dirinya mengaku pindah ke Pertamina karena jaringannya luas. Apalagi, dia sering ke luar Jakarta sehingga kesulitan menjadi SPBU lain, selain Pertamina. "Jika berganti-ganti bensin, saya takut merusak mesin," kata dia.

Data BPH Migas menyebutkan Pertamina memiliki 768 buah SPBU untuk wilayah Jabodetabek. Ini berbeda dengan Shell misalnya, yang hanya mempunyai 41 SPBU di wilayah Jabodetabek. Apalagi, Petronas yang baru bisa dihitung dengan jari.

Bagaimana dengan pom bensin Shell?
Begitu memasuki SPBU Shell di Jalan Yos Sudarso Kv.48 Jakarta Utara, langsung mendapat sapaan agak berbeda dari petugas pom bensin. “Selamat Pagi”.

Di SPBU Shell ini, tampak dua mobil sedang mengisi bahan bakar. Sembari menunggu pengisian tangki selesai, petugas SPBU Shell sedang membersihkan kaca mobil depan dan belakang mobil. “Mengelap kaca mobil depan dan belakang, serta menawarkan mengisi angin kendaraan wajib dilakukan,” ucap seorang petugas SPBU Shell.

Menurut dia, Shell selalu melakukan inspeksi pelayanan ke setiap SPBU minimal satu kali setiap bulan. Karena itu para petugas SPBU Shell wajib melayani konsumen dengan sungguh-sungguh.

Seorang pelanggan Shell, Ade mengakui memilih memakai Shell karena pelayanannya cukup bagus. “Dengan harga tak jauh berbeda tapi pelayanan lebih di Shell, seperti kaca mobil depan dan belakang dilap,” kata Ade di Jakarta.

Ade yang mengendarai mobil BMW 520 keluaran 1993 ini menjelaskan petugas SPBU Shell akan mengelap jika ada tetesan bahan bakar yang tercecer dan mengenai mobil. Dia selalu menghabiskan uang Rp 40 ribu setiap mengisi bahan bakar di Shell.

Faktor keamanan juga diutamakan oleh Shell, jika dahulu dirinya mengisi bahan bakar dengan keadaan mesin menyala, maka di Shell hal itu dilarang. Konsumen wajib untuk mematikan mesin sebelum mengisi bahan bakar, jika tidak maka petugas Shell tidak akan melayani pengisian bahan bakar.

Konsumen Shell lainnya, Niken mengaku bisa lebih hemat memakai Shell. Jika dahulu dia menghabiskan Rp170 ribu per minggu untuk mengisi BBM lain, setelah memakai Shell Super pengeluarannya jadi Rp150 ribu per minggu. "Mobil Honda Jazz saya juga lebih enak dikendarai," ujar Niken yang terganggu oleh berita kasus rusaknya Fuel Pump mobil beberapa waktu lalu.


Namun Ade mengakui ada kelemahan juga Shell, yaitu pembayaran harus ke kasir yang terletak di tengah-tengah SPBU. Karenanya, kata dia, SPBU Shell tidak cocok untuk orang yang terburu-buru. Petugas Shell yang menuang bahan bakar ke tangki bensin tidak diperbolehkan memegang uang sehingga ada jeda waktu dari petugas SPBU yang menuang ke kasir.(VIVA)

Untung Rugi Larangan Premium Awal Januari Dari 2.800 SPBU di Jawa-Bali, hanya 35% yang siap dengan dispenser BBM nonsubsidi.


Pengamat energi Pri Agung Rakhmanto menilai keputusan pemerintah melarang penggunaan bahan bersubsidi mulai 1 Januari 2011 tampaknya patut ditinjau ulang. Pasalnya potensi penghematan dari larangan Premium dan Solar ini tidak signifikan.


Menurut Pri Agung, yang juga Direktur ReforMiner Institute, infrastruktur dan pendukung pembatasan BBM belum memadai. Dari sekitar 2.800 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jawa-Bali, hanya 35 persen saja yang sudah siap dengan tanki dan dispenser BBM nonsubsidi.

"Dari keterangan Pertamina pun diketahui bahwa dari 600 SPBU di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), 200 di antaranya belum siap mendistribusikan BBM nonsubsidi," kata Pri Agung, Senin 13 Desember 2010.

Dengan kondisi seperti itu, Pri Agung mengatakan, rencana pembatasan BBM bersubsidi belum dapat diterapkan serempak secara nasional mulai 1 Januari 2011. "Yang paling mungkin hanya di Jabodetabek, itu pun juga harus dibarengi dengan gerak cepat membenahi 200 SPBU." ujarnya.

Sebelumnya pemerintah mengeluarkan dua opsi, pertama melarang semua mobil pelat hitam yang diproduksi 2005 atau lebih baru menggunakan premium dan solar. Kedua melarang semua mobil pelat hitam tanpa ada batasan tahun.

Dari kedua skenario tersebut, sepeda motor dan kendaraan umum akan tetap diperbolehkan mengonsumsi BBM bersubsidi. "Sepertinya pemerintah sudah condong pada opsi kedua," katanya.

Kajian ReforMiner Institute, jika diterapkan serempak secara nasional, opsi pertama berpotensi menekan volume konsumsi BBM bersubsidi, khususnya bensin Premium, hingga 7,08 juta kiloliter per tahun, atau kurang lebih setara dengan penghematan Rp10,6 triliun anggaran subsidi di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Opsi kedua berpotensi mengurangi volume Premium 11,7 juta kiloliter per tahun, atau kurang lebih bisa menghemat Rp17,6 triliun. Tentunya, bila opsi ini diterapkan di seluruh Nusantara.

"Dalam implementasi di lapangan, opsi kedua relatif jauh lebih sederhana dibandingkan opsi pertama," katanya. Sebab pemerintah tidak memerlukan identifikasi atau pembedaan kendaraan berdasarkan tahun.

Masalahnya, menurut Pri Agung, bila pembatasan BBM hanya dilakukan di Jabodetabek, volume konsumsi BBM bersubsidi yang dapat ditekan pada 2011 pun jelas tidak dapat mencapai 7-11 juta kilo liter, melainkan hanya 500 ribu kilo liter saja.

"Angka ini jika dibandingkan dengan potensi dampak sosial ekonominya yang mungkin timbul, seperti inflasi, kelangkaan, ketidakadilan, kiranya sangat tidak signifikan," ujarnya. "Keputusan ini tampaknya patut ditinjau ulang secara lebih saksama."(VIVA)

Ini Dia Harga BBM Per 15 Desember Mendatang!



Ini Dia Harga BBM Per 15 Desember Mendatang!
Tribunnews

Kementerian ESDM hari ini, Senin (13/12/2010) merilis harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) per periode 15 Desember tetap.

Hal ini ditetapkan atas dasar hasil monitoring dan evaluasi perkembangan harga minyak mentah dan harga produk BBM di pasar dunia selama tahun 2010 masih dalam kisaran asumsi makro APBN-P 2010 ($ 80 per barel). Rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) Desember 2009 sampai November 2010 sebesar $ 78,07 per barel.

Selain itu, dipertimbangkan juga perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, maka pemerintah menetapkan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Tanah (Kerosene), Bensin Premium dan Minyak Solar (Gas Oil) untuk Keperluan Rumah Tangga, Usaha Kecil, Usaha Perikanan, Transportasi dan Pelayanan Umum tidak mengalami perubahan.

Kementerian ESDM, hari ini terhitung mulai pukul 00.00 waktu setempat tanggal 15 Desember 2010 ditetapkan bahwa harga jual eceran BBM tertentu, yaitu bensin premium, minyak solar (gas oil) dan minyak tanah (kerosene) dinyatakan tidak berubah.

Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1 tahun 2009, tanggal 12 Januari 2009 tentang Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Tanah (Kerosene), Bensin Premium dan Minyak Solar (Gas Oil) untuk Keperluan Rumah Tangga, Usaha Kecil, Usaha Perikanan, Transportasi dan Pelayanan Umum, adalah sebagai berikut :

1. Bensin Premium sebesar Rp. 4.500,- (empat ribu lima ratus rupiah) per liter,
2. Minyak Solar (Gas Oil) sebesar Rp. 4.500,- (empat ribu lima ratus rupiah) per liter, dan
3. Minyak Tanah (Kerosene) sebesar Rp. 2.500,- (dua ribu lima ratus ribu rupiah) per liter.(Tribun)

Cara Mengemudi Cowok yang Dikagumi Cewek

Banyak cara untuk membuat cewek terkagum-kagum kepada sang pria. Salah satunya adalah dengan mahir memarkir kendaraan. Paling tidak, itu hasil survei yang dilakukan Halfords, perusahaan aksesoris kendaraan di Inggris.

Menurut survei yang dilakukan terhadap 2.000 pengendara itu, hampir setengah responden perempuan mengaku paling suka dengan cowok di belakang kemudi karena tahu cara mengganti ban yang kempes dan tahu cara menangani mobil mogok.

Sebanyak 41 persen cewek kagum dengan cara cowok "memarkirkan kendaraan di lokasi yang sempit", disusul cara melakukan "manuver dan memundurkan kendaraan" (39 persen).

Mengenai hal yang tak disukai cewek dari cowok yang mengemudi adalah jika melakukan tailgating yaitu terlalu dekat dengan mobil di depannya. Cewek juga tak suka cowok yang ngebut, menggunakan HP saat mengemudi, sok kuasa di jalanan, gengsi bertanya saat tersesat dan terus menerus mengganti saluran radio".

Sebaliknya dari sisi cowok, 46 persen mengaku kagum dengan kemampuan perempuan yang mempersiapkan makanan dan minuman untuk bepergian serta merencanakan tempat makan dan ngopi di perjalanan.

Hal kedua yang disukai cowok dari cewek adalah kemauan mereka bertanya jika tak tahu jalan.

Cowok juga kagum dengan cewek karena mau memberi jalan kepada pengendara lain, tak gampang marah di belakang kemudi, dan cewek selalu terus mengajak ngobrol cowok yang mengemudi dengan tujuan mengusir kantuk.

Hal yang tidak disukai cowok dari cewek yang mengemudi adalah terlalu lama dalam manuver dan parkir, "sempat-sempatnya dandan saat lampu merah, lamban menggerakkan mobil setelah lampu merah, konsentrasinya lebih pada ngobrol dan menoleh ke penumpang lain, bukan ke jalan, serta bingung memilih jalur.(Lip6)

Kualitas Otak Anak Tentukan Kemampuan Belajar


Kemampuan belajar anak terhadap lingkungannya sangat dipengaruhi oleh kualitas otak yang dimiliki. Semakin berkualitas otak seorang anak maka akan semakin cepat si anak beradaptasi terhadap lingkungannya.

Faktor genetika tidak bisa dipungkiri sangat berperan dalam kualitas otak anak. Namun, faktor yang memiliki peranan lebih besar adalah nutrisi seperti Air Susu Ibu (ASI) dan stimulasi yang diterima oleh anak selama periode emas perkembangan otak.

ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, termasuk untuk otak bayi. Di dalam ASI terkandung protein, karbohidrat, lemak, asam lemak, vitamin, dan mineral paling lengkap dan seimbang untuk mengoptimalkan perkembangan otak, di samping manfaat asam lemak esensial AA dan DHA yang krusial bagi kecerdasan.

Hal ini disampaikan Brand Manager Anmum System, PT Fonterra Brands Indonesia, dr Muliaman Mansyur, di Medan,Ahad (12/12).

Menurut Muliaman, anak belajar dari lingkungan sekitar dengan melihat, mendengar, membayangkan, dan merasakan yang terjadi di sekelilingnya. Kemudian anak mengingat atau meniru rangsangan yang diterima, sebelum akhirnya mengembangkan bahkan menciptakan sendiri sesuatu yang baru, berdasarkan apa yang pernah dialami oleh panca inderanya yang akhirnya akan memunculkan kreativitas.

Kualitas otak, lanjut Muliaman, juga ditentukan dari jumlah sel otak, jumlah percabangan sel otak, hubungan antarsel otak atau biasa disebut sinaps. "Kualitas otak juga sangat ditentukan oleh keberadaan neurotransmitter atau zat yang mengaktifkan sinaps dan mielinisasi atau kualitas selubung yang berperan pada kecepatan hantaran impuls antarsel syaraf," jelasnya.

Selain itu, terdapat gangliosida yang punya andil besar untuk menentukan kualitas otak. Selain protein, karbohidrat, dan lemak, mikronutrien vitamin dan mineral juga memegang peranan penting dalam perkembangan otak.

Namun, lanjutnya, fungsi mikronutrien dalam pengoptimalan kecerdasan otak kerap dilupakan, padahal tanpa vitamin dan mineral yang sehat dan dalam jumlah tepat, kinerja otak akan sangat terganggu.

Vitamin C, misalnya, yang berfungsi sebagai antioksidan dapat melindungi sel-sel saraf otak yang juga berperan dalam penyerapan zat besi. Sementara vitamin A yang mengoptimalkan penglihatan juga secara tidak langsung membantu anak dalam menerima rangsang dari dunia sekitar, khususnya rangsang dalam bentuk visual.

Mineral seperti zat besi yang bertugas membawa oksigen untuk proses metabolism otak juga memiliki peran yang sama sekali tidak bisa diremehkan, semakin lancar pengangkutan oksigen ke otak maka semakin mudah anak berkonsentrasi.

"Mineral seperti zinc dan selenium yang berperan aktif menangkal radikal bebas tentunya juga diperlukan demi menjaga stamina otak. Agar anak dapat berkonsentrasi dengan baik dan mengasah kecerdasan, perlu didukung dengan tubuh sehat bebas penyakit," katanya.(Lip6)